mencoba jadi feminis

cuman mo numpahin peMikiran ngaco gw di sini ….
.
kemaren ada temen yang ngeluh soal ce dia yang kata dia "terlalu mobile gitu" yah dia ngalor ngidul cerita and nyampe ujungnya muncul stigma "ce gw kok murahan banget ya " hehehe kok bisa, ya bisa lah , dari sekedar cerita ce dia yg mobile, bisa nyampe ke perkara :ce dia yang kayaknya banyak akrab ma co..co lain yang lebih "yahud dari dia" hehehe gw dah ngebaca ..hm temen gw cemburu ……yah biasa lah . lepas dari itu ge jadi mikir juga soal "pedikat ce Gmpangan" ternyata bisa muncul dari mulut co cuman karena kadang hal-hal sepele … jadi inget kata-kata salah satu temen akhwat gw yang "feminis Abis " pokoknya intinya dia ngomong
It’s 2008 now. Bukan lagi jaman "wanita harus dirumah", "Wanita dibawah pria", "wanita inferior daripada pria".
Jaman sekarang, selain hal yang kodrati, hal yang dapat dilakukan pria, dapat juga dilakukan oleh wanita. Tentu saja bagaimanapun wanita tidak akan bisa menghasilkan sel sperma untuk membuahi sel telur. huh klo urusannya dah kayak gini biasanya gw langsung ngeles karena males juga ngedengerin dia (ce )pidato nyeramahin gw (patriakal gw masih kuat euy ) hehehe
but ok
Balik ke topik soal : gw jadi mikir juga . kalo ada cewek gampangan, berarti juga ada cowok gampangan donk?
dan mang Faktanya di masyarat, apabila pria berganti-ganti pasangan, seenaknya mengajak pasangan jenisnya tidur, mengumbar birahi kapan saja, di mana saja, dan sama siapa saja, bahkan jika dia menerima bayaran atas urusan seks dengan pasangan jenis hal tersebut tidak pernah dibesar-besarkan "biasa ajalah namanya juga co !". Lalu anehnya apabila seorang wanita melakukan hal yang persis seperti yang pria lakukan di atas mengapa lantas wanita tersebut disebut gampangan? pertanyaan lain nya silih berganti muncul di kepala gw,
Tidak bolehkah wanita berganti-ganti pasangan tidur?
Kenapa pria boleh?
Tidak bolehkan wanita jalan dengan siapa saja yang dia mau?
Kenapa pria boleh?
Tidak bolehkan wanita mengumbar birahi dengan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja?
lantas kenapa pria boleh?
Mengapa tidak ada yang mencap pria sebagai "gampangan"?
jika wanita dicap begitu?
sebenernya gw juga sadarItu bukan hal yang aneh juga sih. yah biasalah pemikiran mainstream yang dianut kebanyakan orang yang masih menganut Chauvinism di Indonesia ,
yah di Jogja lah.
Gw pribadi nggak nganggep ada yang namanya cewek gampangan.Mungkin gw lebih nganggep cuma "cewek yang pingin have fun with sex". Nothing wrong with that. Sama wajarnya dengan seorang pria yang ngumbar nafsu kan , kata masyarakat ..BIASA aja………………
susah emang jika hidup dalam hedonisme dalam tempurung, Yogya ini serba nanggung. Picik tapi maunya senang-senang.grebegan , tapi tempat dugem na banyak ….hak munafik ni kota, hehehe
no offense ya semuanya …


Komentar